Selamat Jalan
Sepi itu baru saja terasa. 1 jam berlalu engkau pergi dari sini dan mungkin takkan kembali. Ya…Pak Nursalim Chan..lebih tepatnya lagi Pak Chan. Teman satu kerja, satu kantor dan satu ruangan yang saya kenal 6 tahun lalu. Ah…6 tahun yg panjang sungguh tak terasa. Rasanya baru kemarin Pak Chan, saya masuk ke ruangan ini. Berbagi tawa, cerita canda dan amarah. Rasanya baru kemarin saya bener2 akrab denganmu. 14 tahun sudah dirimu berkutat dengan pekerjaan yang tidak dihargai sepantasnya oleh manusia2 tinggi tak berbelas kasih. 14 tahun tanpa terasa, kau kokoh berdiri merapatkan barisan agar tetap berdiri egak. Bahkan sampai kemarin pun kau masih bekerja dengan penuh dedikasi tinggi, pagi ini kau masih melayani tamu-tamu yang datang. Ucapmu “Saya diajarkan oleh bos saya dulu orang Jerman. Untuk tetap bekerja walaupun pensiun datang”. Ah Pak Chan kata2 yang menusuk hati membangunkan saraf2 untuk mengingat apa yang telah mereka berikan kepadamu, tak sebanding dengan perkataanmu.
Hari ini, yah tepatnya jam 9 pagi kami mengadakan sebuah pesta kecil untuk mengingatmu. Sebuah pesta yang tentunya tak mau kau adakan. Sebuah pesta yang bisa membuatmu menangis. Tetes air mata itu keluar dari mata yang melihat begitu banyak peristiwa yang terjadi. Tetes air mata itu keluar dari hati yang menahan beban berat dalam menjalani hidup. Tetes air mata itu keluar dari jiwa yang bersimbah peluh. Peluk eratmu ke setiap orang memberikan kedamaian, jabat tangan eratmu memindahkan kekuatan, senyumanmu memberikan keberanian.
Saat ini saya masih berduka merasa sepi…seakan2 kami tidak akan bertemu lagi. Ternyata kehilangan menyadarkan hati bahwa sangat berarti mempunyai teman seperti mu Pak Chan, dan mungkin tidak akan ada manusia yang bisa menggantikanmu. Jaket hitam almamater dan sebuah foto dipersembahakan untuk mengingatmu kembali bahwa hari ini saya kehilangan satu lagi teman kerja yang memberikan saya banyak pengalaman hidup.

7 Comments »
RSS feed for comments on this post · TrackBack URI




venus said,
April 2, 2008 @ 8:06 pm
banyak yg pindah ya? tata kpn pindah ke citos…eh mksd gw ke jkt
zilko said,
April 2, 2008 @ 8:21 pm
perpisahan memang menyedihkan…
puterinegeridongeng said,
April 2, 2008 @ 10:11 pm
setuju sama zilko, perpisahan memang menyedihkan
tapi tulisan kamu bernyawa *setidaknya buatku*
jadi ikut sedih…
meli said,
April 3, 2008 @ 5:09 am
gayamu koboi banget hahahahah
danu said,
April 3, 2008 @ 6:06 pm
semakin langka sosok macam pak chan itu yak… untung ya masih bisa belajar sama beliau. pak chan ikut sedih juga kan…
jeng endang said,
April 4, 2008 @ 5:24 pm
kalo elo pindah, elo yg ninggalin temen2 ya Ta…
zee said,
April 6, 2008 @ 8:34 pm
berpisah dengan teman baik memang suka buat sedih, tp kan masih bisa bersilaturahmi kan ya.