Raining on Me
13. Dec '07
posted in Pengalaman

Tari a.k.a Uthe

Di sudut Excelso cafe gw bisa liat sosok itu datang. Semakin dekat semakin takjub gw dengan apa yang gw lihat. Penampilannya 100 % berbeda dibandingkan 2 tahun yg lalu, tetapi wajahnya tetap sama walaupun ada sapuan eye liner di matanya. Ah Tari dengan rambut berponi pirang terurai, kacamata hitam besar, celana jins ketat elo bukan seperti elo yang gw kenal dulu. Apa yang dikatakan Eko di kantor tempo hari memang benar.

Akhirnya pertanyaan itu muncul juga. Apa yang terjadi sehingga membuat loe menjalani apa yang dulu ragu buat loe lakukan. Mengalirlah cerita tentang perantauan elo di Bali, masuk ke dunia yang memang merangkul loe ketika loe berada di keterpurukan. Berjuang di Bali, menghindari kejaran calang/polisi adat. Menghabiskan malam dan uang dengan 3 pilihan : Ekstasi, Shabu atau Minum. Dan yang terakhir adalah pilihan loe yang mengakibatkan tubuh loe berontak bak keringnya pohon di musim kemarau panjang.  Belum lagi begundal itu yang mencampakkan loe begitu saja. Ah cerita itu membuat gw terhenyak dan berempati buat loe.

Akhirnya tiba waktunya buat loe pulang ke tempat aman dimana elo selalu dirindukan. Bak menemukan oasis di tengah padang pasir yang luas, loe puaskan dahaga loe. Beruntung tempat itu bisa menerima elo apa adanya, tanpa mempertanyakan mengapa jalan itu yang elo pilih. Jalan yang berlawanan arah dengan arah bumi berputar. Jalan yang bagi sebagian orang merupakan pilihan yang bodoh dan melawan bumi. Cerita lain mulai bergulir dimana loe dan dunia loe bisa membuat loe makin percaya diri dan mulai bisa mengekspresikan diri loe. Kemenangan itu akhirnya bisa loe raih dan hampir membuat loe terbang ke Ibu Kota Indonesia tercinta.

Berjalan dengan Uthe membuat gw risih, bukan karena dia tetapi tatapan di sekitar kami. Setiap pandangan mata tertuju pada gw dan kemudian lama menelanjangi Uthe, atau sekedar cekikikan sambil melirik-lirik Uthe. Sekarang keadaan berbalik. Dulu gw sering menatap lama2 dan berdiskusi dengan otak gw sendiri , ketika gw berada diposisi mereka. Ingin rasanya gw berteriak ke semua orang yang menatap kami di sepanjang siang itu. Apa yang salah dengan dia?? Uthe sama dengan mahluk ciptaan Tuhan lainnya. Kalau ada yang berbeda itu karena dia memilih jalan yang sangat beresiko dan dia mampu menghadapinya.

Ah uthe apakah mungkin suatu hari nanti loe akan menikah selayaknya impian orang lain. Jawaban itu belom bisa loe berikan,  yang terucap hanya loe akan menjalani saja apa yang sekarang sedang loe lakonkan. Jika suatu saat nanti keadaan berubah loe gk akan melawan arus. Loe hanya ingin meninggal dan diterima dengan tangan terbuka oleh sang Maha Pencipta.

Diluar sana masih banyak Tari atau Uthe lainnya. Yang berjibaku dengan hidup. Menjadi momok masyarakat. Tetapi di dalam hati mereka hanya manusia biasa yang mengikuti kata hati. Uthe semoga bingkisan kecil itu bisa membuat loe lebih menghargai hidup… Amin


11. Dec '07
posted in Pengalaman

Ah menyebalkan

Ruangan kerja gw selalu ramai dengan orang2 yang membuat ijin kerja ketika mereka akan melakukan pekerjaan. Walaupun mereka bukan tamu gw -tamu meja sebelah-, yang kadang2 membuat kantor kotor, meninggalkan bau yang tidak sedap dari badan mereka, atau meninggalkan bangku di meja gw dengan sembarangan. Yang terakhir ini rasa-rasanya2 ingin membuat otak gw meladak dan bisa membuat hari gw yang indah menjadi muram di pagi hari. Alhasil beberapa hari lalu gw rubah tata letak meja kantor gw -menyebabkan percakapan dunia maya gw dengan fitri mohan missing in action”.

Dengan berubahnya tata letak kantor gw dan disediakannya bangku di luar ruangan, gw harapkan mereka itu sedikit “aware” deh untuk gk mampir2 di bangku “daerah kekuasaan” gw.  Gw gk kok keberatan mereka numpang duduk sebentar sambil nulis “log book”, yang paling gw sebel adalah mereka meninggalkan bangkunya begitu saja gk dikembalikan ke tempat semula. Rasa2nya seperti orang yang abis mengamili tapi gk mau nikahin, walaupun gw belom pernah merasakan dan gk mau merasakan perumpamaan seperti itu hihihi. Kadang2 gw suka ngingetin si “penumpang gelap” wat meletakkan bangku ke tempat semula, tapi masa iya gw harus ngingetin tiap saat ???

But any way tau gk gimana caranya menyadarkan orang2 itu buat meletakkan bangku setelah dipakai ke tempatnya semula ????


08. Dec '07
posted in Informasi

Berbagi

img_4802.jpg 

Di rumah biasanya kita memakai “T connection” atau colokan yang berbentuk huruf T seperti gambar diatas sebagai “pusat” 3 kepala (plug) kabel listrik dari berbagai peralatan elekronik yang kita gunakan.  Sebaiknya tidak menggunakan T connection untuk aktifitas tersebut, karena mengakibatkan beban tegangan yg tidak merata. Sehingga apabila terjadi hubungan pendek arus litrik dapat menimbulkan ledakan  di T connection tersebut, yang mengakibatkan semua “plug” ikut terbakar. Jadi gunakanlah “cable connection” yang berbentuk bulat atau panjang , dimana masing2 “colokkan” terpisah satu sama lainnya, sehingga beban tegangannya merata. Jika terjadi hubungan arus pendek pun hanya colokkan itu saja yang rusak, sedangkan yang lainnya masih tetap bisa di pakai.