Raining on Me
24. Jun '05
posted in Uncategorized

BinUn

Gk tau kenapa beberapa hari belakangan ini aku malas sekali menyentuh blog ini. Sepertinya sentuhan jari2ku pada tuts keyboard sudah mulai kaku, atau aku sudah mulai kehilangan sentuhan itu. Belakangan ini aku hanya menatap layar monitor yang dipenuhi dengan angka2 , huruf2, tabel2 dan gambar2 yang aku harus kerjakan. Belum lagi maen petak umpet * hide and seek* ma IT Security dari kantor. Walopun terkadang masih juga curi2 waktu juga buat nge cat lumayan lah buat ngilangin stress. Sepertinya dunia sedang tidak berpihak padaku. Slide dengan power pointnya siap menguras pikiranku. Kursos berkedip seakan menyadarkanku bahwa ruang putih itu harus aku isi dengan kata, warna, gambar dan garis. Begitu selesai dengan lembar pertama, maka lembar kedua dan yang lain2nya bergegas menghampiriku.
Mentari mulai muncul ketika pekerjaan di luar menungguku. Hmm keluar menyenangkan juga. Dengan diiringi deru ombak menerpa badan kapal, aku menuju tempat kerjaanku yang lain. Matahari mulai meninggalkan titik tengahnya….panas menerpa, untung ada angin yang menemani. Sampai juga ke tempat tujuan, tapi mentari tetap tak bersahabat terik sinarnya menyapa kulitku, tapi tak mengapa karena aku tahu sebentar lagi ia akan memudar. Detik demi detik terus berputar, waktu seakan cepat berlalu ketika aku selesai menyapu pandanganku ke semua penjuru di tempat itu. Semua data sudah terkumpul, saatnya berpamitan untuk kemudian kembali ke tempat pengasinganku. Akhirnya kembali ke ruangan kotakku yang berhiaskan meja, kursi, telepon, seperangkat komputer, lemari dan printer. Lembar putih itu lagi2 menungguku dengan setianya, bertemankan kursor, keyboard dan mouse, lembar putih itu kembali ternoda penuh dengan coretan. Sesekali gagang telpon menemani ku berbicara dengan suara2 disana. Musik tetap berputar agar konsentrasiku tidak terbagi. Akhirnya selesai…..klik tombol send melayanglah kertas putih itu ke tempat2 yang aku tuju.
Printer memanggilku ketika aku sadar bahwa masih ada satu tugas yang harus aku selesaikan. Klik komputer ..cari file… oke kubuka… ini dia yang aku harus print. Bikin tiga kali enter maka mesin printer berbunyi, kertas2 mulai bermunculan. Kulihat tiap2 lembarnya, sempurna sesuai dengan apa yang aku tulis. Lembaran itu aku bawa menuju suatu tempat dimana ia akan aku pasang. Bertemankan silotip lembaran itu menyatu dengan papan, dan siap untuk dipandangi oleh setiap mata.
Waktunya aku pergi…pergi dari hadapan komputer yang setia menemaniku…..

18. Jun '05
posted in Uncategorized

Kumpul-KUMpul

Image hosted by Photobucket.com Semalam ada acara perpisahan salah satu teman kerja yang akan memasuki masa pensiun. Dan seperti biasa aku di daulat jadi MC dadakan untuk memimpin acara. Well sebenernya sih antara siap dan gk siap.
Image hosted by Photobucket.com kenapa semalam aku males banget untuk ikut di acara itu, bukannya tidak suka tapi aku lebih senang menjadi penonton saja. Dan bisa terhindar dari kutukan disuruh menyanyi (sometimes, being minority is quite complicated in the Man’s world). Akhirnya untuk menghormati si empunya acara aku maju juga dengan setengah hati. Setelah menghabiskan makan malam dengan menu nasi goreng bersama teman2, dengan berat langkah aku menapaki tangga menuju tempat acara berlangsung. Hmmm dengan mengambil nafas panjang aku menjalankan tugas itu. Untungnya tidak begitu banyak manusia yang hadir , dan kebanyakan dari mereka adalah orang2 yang sudah sering aku temui. Dan alhamdulillah acaranya berjalan dengan lancar Image hosted by Photobucket.com. Sebelum acara berakhir dengan segala kerendahan hati aku minta pamit untuk kembali ke alamku karena tugas yang diembankan sudah kulaksanakan.
Di sela-sela membawakan acara aku sempat bersms2an dengan seorang teman dari dunia maya (katakan saja namanya ILuSI). Di media canggih itu kami menulis kata-kata indah, dan tidak tau mengapa aku begitu pandai merangkai kata2. Padahal biasanya butuh waktu lama bagiku untuk menulis satu baris kata menjadi sebuah kalimat penuh dengan kata hiasan yang mewakili perasaan. Hmm mungkin karena perasaan aku malam itu memang tertuju pada ILuSI.
ILuSI adalah seseorang yang nyata tapi tak kelihatan, selayaknya angin yang dapat aku rasakan ketika ia berhembus tapi tak dapat ku lihat wujudnya. ILuSI seperti cermin, sebuah benda dimana aku bisa melihat wujud fisiknya, setiap detil lekuk tubuhnya, tapi aku tidak dapat menyentuhnya. ILuSI wujud misteri yang bisa menggugah rasa penasaranku, keingintauanku, dan imajinasiku. ILuSI sebuah nik yang bisa menerobos dinding tiap individu dengan gayanya yang nyeleneh,usil,dan jail. ILuSI sosok yang merefleksikan kepedihan, kedalaman rasa, kekosongan hati,kehampaan raga dan kesendirian. ILuSI seperti janji yang kubuat untukmu biarkan aku dengan semua kekuranganku membuatmu bisa merasa nyaman. ILuSi selayaknya sungai, biarkan rasa itu mengalir mengikuti alurnya sampai akhirnya bermuara di tempat yang luas yang mampu menampung semua asa.

13. Jun '05
posted in Uncategorized

Man oh maN……

Beberapa hari yang lalu sahabat saya Dara (bukan nama sebenarnya) menelpon dari kantornya –saat itu saya sedang berada di sebuah pusat perbelanjaan- ia meminta saya untuk menemaninya ke suatu tempat –sebuah pantai tepatnya- dimana saya dan dia biasa pergi ketika ia perlu tempat untuk bisa berfikir jernih dalam mencari jalan keluar untuk masalah yang sedang dia hadapi. Tentu saja saya menyetujui ajakannya, karena kedengaran dari suaranya dia sedang dalam masalah besar. Akhirnya kami memutuskan untuk bertemu di rumah saya yang jaraknya tidak jauh dari kantor dia.
Ketika saya sampai di rumah, sahabat saya itu sedang tertidur di kamar, saya biarkan dia tidur pulas dan tidak membangunkannya. Karena saya sampai di rumah sudah terlalu malam akhirnya kami putuskan untuk tidak kemana-mana dan bertukar pikiran di kamar saya. Seperti yang sudah-sudah Dara bercerita tentang masalahnya dengan sang pacar Dino (bukan nama sebenarnya). Sebuah masalah yang dari dulu sudah ada dan selama ini pula Dara tetap mentolerir, malahan berkesan untuk tidak mengambil pusing karena sayangnya dia pada Dino. Dimana dia diperlakukan amat tidak menyenangkan oleh Dino. Katakanlah sahabat saya itu tidak bisa menjadi pacar yang baik bagi Dino –pada kenyataannya menurut saya dan beberapa teman Dara adalah seorang kekasih yang teramat sangat baik dan saya yakin tidak semua cewek bisa bersabar seperti dia- kenapa Dino tetap memacari Dara sampai hampir 3 tahun lebih ???. Dara selalu ada di sisi Dino setiap kali ia membutuhkannya, 24 jam dalam seminggu selama 365 hari. Bahkan ketika Dino sakit Dara dengan sabarnya merawat Dino (mungkin kedengarannya seperti cerita dalam sinetron saja).
Lalu beberapa pertanyaan mulai menari-nari di kepala saya; Apakah karena Dino seorang laki-laki kemudian dia bisa memanfaatkan keegoannya untuk bisa berbuat sesuka hati atau karena Dara dengan masa lalunya bisa membuat Dino meremehkan, melecehkan, mencaci maki Dara sesuka hati (who the hell he think he was ?? He even not the one who delivering her) . Padahal saya yakin masa lalu Dino tidak lebih baik dari Dara. Kalau memang Dino tidak bisa memacari Dara karena selalu dibayang-bayangi oleh masa lalunya, kenapa tidak dari awal saja Dino memutuskan Dara. Dara berani mempertaruhkan nyawanya atas permintaan Dino. DAMN (maaf),suatu tindakan yang belum tentu Dino berani melakukannya. Kalau saja Dino mau berkaca atau merenung seharusnya dia sadar bahwa pengorbanan Dara lebih dari apa yang pernah Dino berikan untuk Dara. Kejadian yang hampir sama terjadi pada teman saya bernama Lulu(samaran) yang suatu waktu pernah meminta tolong pada pacarnya untuk mengambilkan tasnya yang ada di dalam mobil (pada saat itu tangan Lulu kotor).And then what happened on the next day ???. Sang pacar mengungkit-ungkit kejadian itu dan bilang bahwa harga dirinya sebagai seorang cowok diremehkan hanya karena dimintai tolong untuk mengambil tas tersebut (suatu kebetulan bahwa kedua pacar teman saya tadi sama-sama anak tunggal).

Cerita saya selanjutnya mungkin agak menyimpang dari cerita saya di atas, tapi saya mencoba untuk menarik benang merah dan saya rasa ada kesamaan pada akhirnya.

Kalau kita sedang berada di pusat keramaian, adalah sebuah pemandangan biasa jika seorang cowok ganteng menggandeng cewek yang cantik atau cowok kaya jalan dengan pacarnya yang juga dari golongan yang sama. Entah memang sudah hukum alam atau apa tetapi orang yang ganteng pasti mendapatkan pasangan yang cantik atau orang yang berasal dari keluarga kaya sepertinya sudah ditakdirkan mempunyai pacar yang juga berasal dari golongan yang sama. Tapi ketika kita melihat cowok yang punya tampang biasa saja menggandeng seorang cewek cantik pasti terlintas dalam pikiran kita, wah kok tuh cewek mau sih pacaran sama cowok biasa gitu, begitu juga sebaliknya.
Hal ini pula yang terjadi pada salah satu teman saya -sudah lama saya tidak bertemu dengan dia mungkin lebih dari 8 tahun- pada masa-masa saya masih kuliah dahulu. Universitas tempat saya kuliah adalah sebuah universitas bergengsi di Jakarta yang mahasiswanya kebanyakan berasal dari keluarga berada(alhamdulillah orangtua saya yang ekonominya biasa-biasa saja bisa menyekolahkan saya di sana), jadi jangan heran kalau pemandangan sehari-hari di kampus itu mobil-mobil terbaru berkeliaran di lapangan parkir. Oke sebelum saya mulai melantur saya balik lagi ke cerita awal.
Pada tahun pertama kuliah saya mempunyai seorang teman cowok yang bernama Kunto. Kunto berwajah rata-rata dan berperawakan kurus dengan rambut sedikit berombak serta “maaf” giginya agak-agak tidak rapi, kalau berpakaian selalu dengan kaos serta celana jeans yang lumayan kebesaran untuk ukuran dia. Kunto adalah pribadi yang sangat menyenangkan, dia rame, suka melucu, baik, serta suka menolong teman. Berada di dekat dia membuat kita selalu ingin tertawa atau paling tidak tersenyum karena dia punya sejuta cerita lucu. Pada suatu waktu dia memperlihatkan saya foto pacarnya, dan saya lumayan terkejut ketika saya melihat pacarnya cantik. Bahkan terlintas di otak saya kok Kunto bisa mendapatkan cewe secantik itu yah ??. Sampai suatu ketika Kunto bercerita kalau dia sudah putus dengan pacarnya itu dan bermaksud mencari cewek lagi, tapi dia ragu apakah bisa mendapatkan pacar seperti mantannya yang dahulu. Kemudian saya berkata pada dia, “Eh Kun sejelek apapun cowok pasti bisa mendapatkan cewek paling cantik”, Kunto balik bertanya pada saya, “Masa ?” dan saya menjawab “Yup”. Kenapa saya bisa berkata seperti itu karena pada kenyataannya, seorang Kunto bisa mempunyai pacar yang cantik. Pada kenyataannya memang cowok sejelek apapun bisa mendapatkan cewek yang paling cantik, tapi sebaliknya belum tentu cewek yang jelek bisa mendapatkan cowok paling ganteng. Bahkan dalam cerita kartun pun si buruk rupa bisa membuat si cantik jatuh cinta “Beauty and The Beast”.

Setelah melihat apa yang terjadi pada Dara dan Lulu, saya menyimpulkan bahwa terkadang ego seorang cowok bisa membutakan mata hati dan mengalahkan semua pengorbanan sang pacar untuk dirinya. Bahkan rasa CINTA (saling memberi dan menerima) bisa dikalahkan oleh sang ego. Saya yakin tidak semua cowok seperti Dino atau pacarnya Lulu, mungkin tipikal cowok seperti mereka menurut penilaian saya ada dengan perbandingan 1:100 atau lebih (saya tidak bisa memberikan data yang lebih akurat karena memang saya tidak pernah melakukan penelitian).
Entah mengapa sepertinya cowok selalu berada di posisi yang menguntungkan termasuk dalam urusan percintaan. Pendapat saya ini tidak mengeneralisir bahwa cowok selalu berada pada sisi yang menguntungkan, saya tahu bahwa ada saat-saat tertentu seorang cowok berada di sisi yang tidak menguntungkan. Tapi pada kesempatan ini saya lebih tertarik untuk menulis sisi untungnya, karena mungkin saya banyak melihat keuntungan dibanding kerugian.
Kalau dihubungkan lagi dengan cerita Kunto maka persamaannya adalah dalam kondisi dan situasi apapun seorang laki-laki, dia tetap bisa berkuasa atas perempuan. He wants everything based on his mind and passion, without thinking of others feeling. Itulah sebabnya ada kalimat “Laki-laki itu berpikir dengan LOGIKA sedangkan perempuan berpikir dengan menggunakan PERASAAN dan HATI”. Karena logika tidak mementingkan unsur akibat (apakah akan ada yang sakit hati atau menderita), sebaliknya berpikir dengan menggunakan hati lebih mendahulukan akibat (banyak unsur tidak tegaanya). Tapi jangan salah dibalik itu semua perempuan punya kekuatan lebih kok dibandingkan pria, masih ingat syair lagu “ Wanita dijajah pria sejak dulu…. namun ada kala pria tak berdaya . . . .disudut kerling wanita”. Now you can see that a man can be conquered.

NB : Saya minta maaf jika ada pihak2 yang merasa dirugikan dengan tulisan saya, tidak ada maksud untuk menyinggung ataupun menyindir apalagi menyudutkan “PRIA”. Tulisan ini saya buat semata-mata untuk mengeluarkan isi otak saya dan membaginya dengan orang lain.


02. Jun '05
posted in Uncategorized

KAPAN NEGH ???

“Kapan nih nikah”, “Wah jangan lama2 sendirian nanti keburu tua”, “Undangannya kapan nih”, “Abis ini nyusul yah”…. pernah tidak dapat pertanyaan seperti itu. Saya yakin diantara pembaca ada yang pernah mengalaminya, karena saya pernah berada di posisi itu. Pertanyaan itu sering muncul ketika saya bertemu dengan teman2 ibu saya pada sebuah acara pernikahan atau ketika saya berkunjung ke tempat tante atau sepupu2 saya. Alhasil sekarang ini saya agak2 malas kalau harus menemani ibu menghadiri acara pernikahan entah tetangga atau kerabat. Di tempat itu saya harus bersiap2 menghadapi pertanyaan yang itu2 saja. Kalaupun saya ikut biasanya saya akan berada jauh dari ibu , alasannya pasti sudah bisa di tebak. Ya untuk menghindari pertanyaan2 itu. Kalaupun saya harus menjawab maka saya akan berkata “Undangan udah ada, gedung udah dibooking tapi masalahnya nama cowonya blom ada” dan akhirnya ibu2 itu akan tersenyum atau tertawa mendengar jawaban saya tadi, dan tentu saja saya bisa bernafas dengan lega. Lain lagi kalau saya sedang berkumpul dengan teman2 sebaya atau lebih tua umurnya mereka akan berkata : “Jangan buru2 nikah, puas2in dulu aja mumpung masih sendiri, kalau sudah nikah nanti susah bagi waktu sama kerja”, atau “Udah konsen dulu aja dikerjaan masalah jodohkan di tangan yang di atas”, dll. Berbeda sekali kan ??
Kalau mau bicara jujur saya rasa sapa sih diantara kita yang tidak mau cepat2 punya pasangan hidup (PH), apalagi di usia yang udah cukup untuk berumah tangga. Cuma pertanyaannya adalah kapan, dimana serta dengan siapa kita akan menikah ?. Itulah yang agak sulit untuk di jawab. Mungkin kalau kita ambil perumpamaan, sama sulitnya dengan mencari jarum di tumpukan jerami.
Mencari PH itu sebenarnya mudah atau susah atau susah2 gampang ?? Sampai sekarang tidak ada standarisasi tentang lamanya mencari PH, atau tidak ada teori yang menyatakan bahwa semakin bertambah umur seseorang maka akan semakin kecil kesempatan (semakin susah) dia untuk mendapatkan PHnya. Selain itu juga tidak ada yang mengatakan bahwa orang yang berwajah cantik/ganteng akan lebih cepat mendapatkan PH dibandingkan dengan orang yang mempunyai wajah biasa2 aja.
Sebagai contoh, siapa yang tidak kenal Bella Saphira atau Debby Sahertian apa yang kurang dari mereka ?. Cantik, tenar, kaya semua ada pada mereka tapi sampai sekarang mereka belum menemukan soulmate-nya. Ada juga beberapa dari teman2 saya baik laki2 atau perempuan yang dari dulu selalu gonta-ganti pacar, tapi sampai sekarang belum nikah.Tapi sebaliknya kalau kita liat orang yang penampilannya biasa2 saja seperti Tukul atau Mandra -yang menikah lebih dari 2 kali- mereka lebih beruntung dalam mencari PH.
Ada beberapa mitos mengenai PH, salah satunya yang masih saya ingat adalah menurut mitos masyarakat cina bahwa ketika bayi dilahirkan maka mereka membawa sebuah benang merah (yang tidak tampak) yang tersambung ke bayi lain yang nantinya akan jadi PHnya. Jadi setiap bayi yang lahir di dunia sudah mempunyai pasangannya masing2.
Sebenarnya tidak menikah itu apakah menjadi suratan nasib seseorang ataukah sebuah pilihan ??. Kalau memang suratan nasib maka sedihlah orang yang tidak akan menemukan PH seumur hidupnya-walaupun di agama kita diajarkan, bahwa nasib seseorang tidak akan berubah kalo orang itu tidak mau merubahnya sendiri-,karena ia digariskan tidak akan menikah. Malah mungkin nanti orang akan menyerahkannya pada nasib “tergantung apa kata nasib aja deh” tanpa harus bersusah payah mencari pasangan hidupnya. Dan pastinya menikah bukan lagi prioritas bagi orang2 yang sudah menjalani hubungan berpacaran selama bertahun2. Karena semua tergantung pada “N A S I B”. Tapi jika memang itu sebuah pilihan maka orang yang menjalaninya harus bisa menerima konsekuensinya, dan yang pasti bisa menghadapi opini masyarakat mengenai being single.
Kalau saya sendiri sih melihatnya bahwa tiap2 orang punya garis nasib yang berbeda-beda *itu pasti*, termasuk masalah PH. Ada yang cepat punya PH ada yang memang lama. Lamanya berpacaran juga tidak menjamin bahwa mereka nantinya akan menikah. At the last moment there will be something happen beyond our imagination. Ketika kita belum menemukan PH, bukan berarti kita tidak punya atau tidak akan menemukan. Berfikirlah positif, mungkin saja waktunya belum tepat untuk kita menikah.One step at the time. Semua ada prosesnya termasuk mencari pasangan hidup. Mungkin bagi kita, kita sudah siap untuk melangkah ke jenjang pernikahan, tapi bagi sang pencipta kesiapan kita itu belum cukup. Sekarang inipun being single bukan lagi momok yang harus ditakuti, tidak seperti jaman orangtua kita dulu. Ketika perempuan menginjak usia 20 tahun maka orangtua mulai sibuk mencari pasangan buat anaknya dan jika perempuan pada umur 30 belum menikah maka cap perawan tua. Hal yang sama juga berlaku pada kaum pria.
Saya pernah bertanya pada seorang teman apakah dia yakin bahwa dia akan menikah ??. Teman saya bilang bahwa ia yakin pasangan dia itu ada di suatu tempat, tetapi kapan, dengan siapa dan dimana pernikahan itu akan ada masih rahasia Alloh. Dan lagi2 saya setuju dengan pendapat temen saya itu. Jodoh adalah misteri….
NB:Somewhere out there someone is waiting for me

01. Jun '05
posted in Uncategorized

HalO-Halo

Buat Temen2 yang sering maen2 ke sini, TaTa mau kasih tau kalau sekarang TaTa punya blog lain >> http://www.suka2ku.blogspot.com. Linknya bisa diliat di TaTa_BloG atau klik aja gambar .
Blog suka2ku sebenarnya adalah sisi lain dari seorang TaTa yang sedang belajar seni tulis menulis. Setiap kritikan adalah sebuah penghargaan bagi TaTa, karena temen2 sudah meluangkan sedikit waktu dalam kesibukan beraktifitas untuk melihat hasil coretan tangan TaTa. So i’m looking forward for it.
NB: “Thank you” is not enough for me to express how much i appreciate your time and knowledge that u have tought me >> dedicate for midnight chatter “cipluk “